Latest News
“Augmented Google Earth Gets Real-Time People, Cars, Clouds”
Menarik.
Saya sih kepikirannya ini bisa digunakan untuk :
- memantau arus mudik
- siaran langsung sepak bola gratis
sumber : popsci.com
XenServer : Pengalaman Pertama
Ada HP DL380 G5 — dual quad-core, 4 Gb — nyaris nganggur. Difungsikan hanya untuk server VPN (pfSense), tapi utilisasinya nyaris 0% terus. Ini tidak boleh dibiarkan!
Solusinya cukup jelas : virtualisasi. Masalahnya, aplikasi apa yang tepat? Pertama, saya mencoba Xen dengan CentOS sebagai dom0. Ternyata rumit. CentOS 5.3 (terbaru) baru mendukung Xen 3.1.3, padahal Xen sendiri sudah mencapai 3.4 . Celakanya, FreeBSD[1] sebagai domU (HVM) baru bisa oke pada versi 3.3 ke atas. Saya malas install aplikasi dari source, susah perawatannya, soalnya.
Untung saya menemukan artikel mengenai XenServer. Yang mantap, mulai April 2009 XenServer digratiskan! Motonya : “Enterprise-class. Cloud proven. Free“. Vmware juga punya barang gratisan, ESXi. Tapi head-to-headnya menyedihkan :
![]() |
| di mari |
Pertanyaan pertama : akankah XenServer selamanya berlisensi gratis[2]? Tidak ada pernyataan resmi dari Citrix. Tapi, Roger Klorese di sini menyatakan :
“We will, however, say this: if we ever decide to drop the renewal process, we will make available a use-forever license to anyone using free XenServer.”
Jadi, insya Allah resmi gratisnya.
Pertanyaan kedua. Bila XenServer gratis, darimana Citrix dapat uang? Jawabannya di sini.
Kembali ke permasalahan awal. Alhamdulillah pfSense berjalan lancar di atas XenServer. O ya, gunakan NFS/CIFS untuk menyimpan ISO instaler. CD instaler pfSense (dan secara umum : FreeBSD?) selalu error.
Berikut daftar mesin virtual saya. CentOS dan XP nya hanya untuk mengetes XenServernya saja :
![]() |
| From Drop Box |
Sekarang, sisa resource server bisa saya manfaatkan untuk lab pribadi >:) Yang penting, orang Bandung tidak menyadarinya, kecuali datang meng-console langsung di sini
–
| [1] | Siapa tahu anda belum tahu : pfSense berbasis FreeBSD |
| [2] | Saat instalasi, kita mendapat lisensi gratis 12 bulan. |
Augmented Reality pada Perangkat Bergerak
Menurut Wikipedia :
Augmented reality (AR) is a field of computer research which deals with the combination of real-world and computer-generated data (virtual reality), where computer graphics objects are blended into real footage in real time.
AR selama ini dimanfaatkan oleh militer, dunia kesehatan, ranah game, dan sebagainya. Bisa dibaca di sini.
Dengan teknologi jaringan akses yang memungkinkan data rate kecepatan tinggi, teknologi ini mulai ditanamkan pada perangkat bergerak. Contoh pertama, Layar, aplikasi pada Android :
iPhone sendiri akan mendukung aplikasi AR pada firmware 3.1 yang akan keluar September depan. Berikut contoh aplikasinya di subway New York :
Sekarang saya jadi benar-benar pingin beli HP kelas mahal-mahal itu. Menurut saya, teknologi macam inilah yang membuat sebuah smartphone mulai benar-benar bisa disebut smart. Kalau bisanya (dalam kaitan dengan pemanfaatan jaringan) ‘cuma’ untuk meramban, push email, chatting….
Akhir kata, mari mulai menabung
Light Force with ‘Push’ Power
http://www.physorg.com/news166711942.html
Kata kuncinya adalah : “future nanodevices could be controlled by light rather than electricity”.
Saya jadi kepikiran begini : bottleneck pada proses O-E-O yang selama ini menjadi penghambat utama dalam mengeksploitasi kemampuan cahaya untuk membawa data, bisa teratasi. Data jadi benar-benar bisa diproses pada kecepatan cahaya.
Betul tidak ya? CMIIW.
Perintah ‘bandwidth’
Kita ingin membatasi bandwidth dari suatu interface Cisco. Saat masuk ke mode konfigurasi interface, secara intuitif kita akan memilih perintah ‘bandwidth’ :
Router(config-if)# bandwidth kilobits
Tetapi, apakah itu benar? Dokumentasi Cisco mengenai perintah ‘bandwidth’ menyatakan berikut :
Higher-level protocols use bandwidth information to make operating decisions. For example, the Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) uses the minimum path bandwidth to determine a routing metric. TCP adjusts initial retransmission parameters on the basis of the apparent bandwidth of the outgoing interface. To set a bandwidth value for an interface, use the following command in interface configuration mode. The bandwidth setting is a routing parameter only; it does not affect the physical interface.
Jadi, mengatur pembatasan bandwidth suatu interface bukanlah dengan menggunakan perintah ‘bandwidth’. Solusinya adalah dengan menggunakan fitur QoS.
AToM : Ethernet VLAN
![]() |
AToM adalah salah satu aplikasi MPLS yang penting. AToM merupakan solusi untuk mengantarkan frame layer 2 sepanjang jaringan MPLS. Dengan AToM, Service Provider dapat memberikan konektivitas antar site customernya yang memiliki layer 2 eksisting, cukup dengan satu buah infrastrukur jaringan yang berbasis MPLS. Continue reading this post…








Dibuat dengan harapan agar memberi manfaat bagi pemiliknya, syukur bila terasa juga bagi orang lain